Notepedia2: hardware

Tuesday, September 13, 2016

Pengertian,  Jenis - Jenis dan Fungsi ROM (Read Only Memory)ROM merupakan singkatan dari Read Only Memory. ROM adalah perangkat atau peralatan proses yang terdapat di dalam CPU. ROM berisikan suatu program yang telah diterapakan oleh pembuat perangkat komputer dan keberdan program ini tidak dapat diubah, ditambah, maupun dikurangi oleh pemakai Komputer. Isi ROM diperlukan pada saat computer dihidupkan. Perintah yang ada di dalam ROM sebagian akan dipindahkan ke RAM. Di antara perintah dari ROM adalah perintah untuk membaca system operasi dari disk, perintah untuk mengecek semua peralatan yang ada di unit system, dan perintah untuk menampilkan pesan di layar. Isi ROM tidak akan hilang meskipun aliran listrik padam (non volatile).

ROM pada komputer digunakan untuk sebagai penyimpan BIOS (Basic Input Output System). BIOS adalah bagian yang sangat kritis dari suatu sistem operasi, yang berfungsi mengetahui Input dan Output yang terpasang di motherboard dan pengaturan standard lainya seperti waktu dan tanggal. Ketika komputer pertama kali dihidupkan kondisi RAM masih kosong maka perintah pada ROM BIOS yang digunakan oleh CPU, kemudian baru memindahkan file-file tersebut ke dalam RAM dan menjalankannya.

ROM sering ditemukan dalam bentuk IC (Integrated Circuit). IC ROM biasanya memiliki kode tulisan (teks) 27xxx. Angka 27 menunjukkan kode untuk ROM, sedangkan xxx menjunjukkan kapasitas ROM dalan satuan kilo bit.

Fungsi ROM

Seperti telah dijelasakan sebelumnya pada umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware. Pada perangkat komputer, sering ditemukan untuk menyimpan BIOS. Pada saat sebuah komputer dinyalakan, BIOS tersebut dapat langsung dieksekusi dengan cepat, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpan lebih dahulu seperti yang umum terjadi pada alat penyimpan lain selain ROM.

Umumnya, pada media simpan lain, jika dieksekusi untuk dibaca isi atau datanya, media simpan tersebut harus dinyalakan lebih dahulu sebelum dibaca, yang tentu saja membutuhkan waktu agak lama. Hal seperti ini tidak terjadi pada ROM.

Pada komputer (PC) modern, BIOS disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik yang dikenal dengan nama Flash ROM. Itulah sebabnya istilah flash BIOS lebih populer daripada ROM BIOS.

Jenis ROM

Sampai sekarang dikenal beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain Mask ROM, PROM, EPROM, EAROM, EEPROM, dan Flash Memory. Berikut ini disajikan uraian singkat dari masing-masing jenis ROM tersebut.

Pengertian dari masing-masing jenis ROM antara lain :

PROM

PROM kependekan dari Programmable Read Only Memory. PROM adalah salah satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori (memory device) yang hanya bisa dibaca isinya. PROM memang tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik). Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen. Biasanya digunakan untuk menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware (perangkat keras) komputer. Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika komputer baru dinyalakan (di-on-kan). Program yang ada di dalam PROM diisi oleh pabrik pembuatnya. Pengisian program ke dalam PROM menggunakan alat khusus bernama PROM burner, atau PROM Writer Program atau informasi yang telah diisikan atau direkamkan ke dalam PROM, tidak dapat dihapus lagi.

EPROM

EPROM  kependekan  dari Erasable  Programmable  Read  Only Memory. EPROM berbeda dengan PROM. EPROM adalah jenis chip memori yang dapat ditulisi program secara elektris. Program atau informasi yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus bila terkena sinar ultraviolet dan dapat ditulisi kembali. Kesamaannya dengan PROM adalah keduanya merupakan jenis ROM, termasuk memori non-volatile, data yang tersimpan di dalamnya tidak bisa hilang walaupun komputer dimatikan, tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi chip EPROM adalah UV PROM eraser. Alat ini akan menyinarkan sinar ultraviolet ke memori tempat data disimpan dalam chip EPROM (disinarkan tepat pada lubang kuarsa bening). Dengan demikian, chip EPROM dapat digunakan kembali dan dapat diisikan informasi/program baru ke dalamnya. Informasi lain menyebutkan bahwa alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EPROM adalah EPROM Rewriter.

EEPROM

EEPROM kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. Seperti halnya PROM dan EPROM, EEPROM merupakan memori non-volatile. Informasi, data atau program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan, dan tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya. EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan konfigurasi data pada peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya tampung simpan datanya sangat terbatas. Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM umumnya digunakan untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem yang berhubungan dengannya.

EEPROM memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan EPROM. EEPROM dapat dihapus secara elektris menggunakan sinar ultraviolet, sehingga proses penghapusannya lebih cepat dibandingkan EPROM. Penghapusan juga dapat dilakukan secara elektrik dari papan circuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EEPROM disebut EEPROM Rewriter. Produk EEPROM versi awal, hanya dapat dihapus dan diisi ulang kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk terbaru dapat dihapus dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa informasi menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali)

Flash Memory

Flash memory yang dikenal pula dengan sebutan memori flash, adalah memori sejenis EEPROM yang memberikan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulisi dalam suatu operasi pemrograman. Flash memory tetap dapat menyimpan data tanpa memerlukan penyediaan listrik. Penulisan ke dalam flash memori dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM. Sedangkan penghapusan datanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan software Flash BIOS Programmer. Memori jenis ini banyak digunakan dalam  kartu memori, drive flash USB, kamera digital, pemutar MP3, hingga telepon genggam.

BIOS dan ROM

BIOS memang berkaitan erat dengan ROM, sebab sebagian besar BIOS yang terdapat di dalam perangkat keras komputer disimpan di dalam ROM, baik PROM, EPROM, EEPROM, Flash ROM, ataupun jenis ROM lainnya. Namun, setelah tahun 1995, EEPROM dan Flash Memory lebih banyak digunakan daripada jenis ROM lainnya karena BIOS yang terdapat pada kedua jenis ROM ini mudah dihapus dan ditulisi lagi sehingga membuka kemungkinan dilakukannya update BIOS. Update BIOS seringkali diperlukan oleh para pengguna komputer karena beberapa alasan, antara lain:

  1. Untuk mendukung prosesor yang lebih baru, sebab pengguna komputer baru saja mengganti prosesor yang lama dengan prosesor tipe baru untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik.
  2. Untuk mendukung perangkat lain yang baru dipasangkan karena BIOS yang lama belum memberikan dukungan pada perangkat tipe baru tersebut.
  3. Adanya bug yang mengganggu pada BIOS yang lama.
  4. Atau berbagai alasan lainnya.

Para produsen  motherboard sering menyediakan BIOS versi baru untuk meningkatkan kemampuan produk mereka atau untuk membuang bug-bug yang mengganggu. Adanya bug-bug pada BIOS biasanya baru diketahui setelah BIOS tersebut dirilis. Oleh karena itu BIOS yang ber-bug harus di-update dengan BIOS versi yang lebih baru yang merupakan edisi perbaikan dari BIOS yang lama.
Proses update BIOS harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Proses update yang tidak benar dapat mengakibatkan tidak berfungsinya motherboard (motherboard mati), karena firmware yang digunakan untuk membantu proses booting (BIOS) tidak dapat berfungsi. Kerusakan yang terjadi bukan kerusakan fisik komponen  motherboard, tetapi kerusakan software BIOS (firmware) yang ada pada EEPROM atau Flash Memory.

Kebanyakan  BIOS  pada saat ini, memiliki sebuah region (lokasi) di dalam  EEPROM atau Flash Memory yang disebut dengan istilah Boot Block yang sengaja ‘dilindungi’ dan tidak dapat di-upgrade. Ketika komputer dinyalakan, Boot Block tersebut selalu dieksekusi pertamakali. Kode dari Boot Block akan  mem-verifikasi BIOS untuk mengetahui apakah BIOS dalam kondisi normal atau  rusak. Apabila BIOS dalam kondisi normal (tidak rusak), komputer segera mengeksekusi BIOS itu sendiri. Sebaliknya, bila ternyata BIOS mengalami kerusakan, maka boot block akan menampilkan pesan di layar monitor agar pengguna komputer melakukan pemrograman (pengisian) BIOS lagi dengan menggunakan versi BIOS yang sama atau di-update dengan versi BIOS yang lebih baik. Program BIOS yang digunakan untuk meng-update biasanya disimpan di dalam disket, di dalamnya tersimpan flash memory programmer dan image BIOS.

Penulis :
Iwan Nasri Item Kupula acemedia.edu
Penjelasan Northbridge dan Southbridge Chipset- notepedia Mungkin sudah tidak asing lagi dengan  northbrige (Utara) dan Southbridge ( Selatan ) adalah chipset mengatur atau mengelola aliran data yang menghubungkan device (perangkat) pada motherboard sehingga chipset yang menyatukan fungsi perangkat sehingga cara kerja perangkat tersebut dapat berjalan dengan baik baik dalam satu personal computer , di dalam motherboard terdapat dua jenis chipset yang memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing dan berikut ini penulis akan menjelaskan kengunaan dua chipset tersebut 

Apa itu Northbridge

Main Controller yang mengatur jenis Prossesor , mengatur kecepatan memory dan jenisnya yang menjamin supporr AGP dan Bandwith pada Bus Datanya, ciri khusus Northbridge pada motherboard memilki heatsink pada motherboard tersebut dan bentuk yang lebih besar dari pada chispset southbridge dan anda dapat menemukannya disekitar Soket prossesor karena memang chipset ini bertugas menghubungkan data dari prossesor,RAM,PCI Exp , AGP .

Northbridge disebut juga dengan nama memory controller hub (MCH). Perusahaan pembuat chipset yang menggunakan nama sebutan MCH ini adalah Intel. Sedangkan AMD, VIA dan perusahaan lainnya lebih banyak menggunakan nama sebutan northbridge.

Northbridge memiliki peran khusus yang sangat penting dalam suatu sistem motherboard. Northbridge adalah bagian yang menghubungkan prosesor (CPU) ke sistem memori dan graphics controller (AGP dan PCI Express) melalui bus berkecepatan tinggi, dan ke southbridge. Dengan demikian, Northbridge bertugas mengendalikan/ menangani komunikasi antara CPU, RAM, AGP atau PCI Express, dan southbridge. Bahkan pada sebagian chipset, di dalam northbridge juga berisi integrated video controller (pengendali video terintegrasi). Pada sistem Intel istilah integrated video controller ini disebut dengan nama Graphics and Memory Controller Hub (GMCH).

Northbridge juga berperan menentukan jumlah, type dan kecepatan CPU yang dapat dipasangkan pada motherboard, termasuk menentukan jumlah, kecepatan dan type RAM yang dapat digunakan. Setiap jenis chipset, kebanyakan dirancang hanya untuk mendukung seri prosesor tertentu saja, dengan jumlah RAM yang dapat dipasangkan bervariasi bergantung type prosesor dan desain motherboardnya sendiri.

Pada motherboard untuk prosesor Pentium (sebelum Pentium II), kapasitas RAM yang dapat dipasangkan seringkali dibatasi sampai 128 MB saja. Sedangkan motherboard untuk Pentium 4, kapasitas RAM yang dapat dipasangkan dibatasi 4 GB. Perlu diketahui bahwa sejak era Pentium Pro muncul, arsitektur Intel yang diterapkan prosesor tersebut dapat mengakomodasi address fisik lebih besar dari 32 bit, biasanya 36 bit, sehingga mampu mendukung RAM hingga 64 GB. Namun, jarang ada motherboard yang didesain mampu mendukung RAM hingga 64 GB, lagi pula banyak faktor pembatas lain yang tidak memungkinkan diterapkannya fitur RAM tersebut, misalnya keterbatasan dukungan dari OS dan mahalnya harga RAM).

Sampai saat ini, tidak begitu banyak chipset yang mampu mendukung dua tipe RAM sekaligus. Biasanya chipset semacam ini baru diproduksi bila muncul standart baru yang ditetapkan oleh pabrik karena munculnya perkembangan teknologi baru. Contoh northbridge yang hanya mendukung satu type RAM adalah northbridge dari chipset NVIDIA nForce. Chipset ini hanya dapat dipasangkan dengan prosesor AMD yang didesain menggunakan soket A yang dikombinasi dengan pemakaian DDR SDRAM. Contoh lainnya adalah chipset Intel i875. Chipset ini hanya dapat bekerja dengan prosesor Pentium 4 atau Celeron yang memiliki clock speed lebih tinggi dari 1,3 GHz yang dikombinasi dengan pemakaian DDR SDRAM. Sedangkan contoh chipset yang dapat mendukung dua tipe RAM adalah chipset Intel i915.

Chipset tersebut dapat bekerja dengan prosesor Intel Pentium 4 dan Celeron yang menggunakan menggunakan DDR maupun DDR2.Pada perkembangan selanjutnya, memory controller yang menangani komunikasi antara CPU dan RAM tidak lagi berada pada chipset, memory controller tersebut dipindahkan ke prosesor, terintegrasi dengan die prosesor. Contoh prosesor yang telah dilengkapi dengan memory controller ini adalah prosesor AMD64. Akibatnya, chipset untuk prosesor AMD64 (misalnya chipset NVIDIA nForce3) menjadi single chip (chip tunggal) yang merupakan gabungan dari semua fitur southbridge dengan port AGP. Chipset ini dihubungkan langsung ke CPU (prosesor). Sedangkan Intel juga akan melakukan hal yang sama, yaitu mengintegrasikan memory controller tersebut ke dalam prosesor produksinya. Rencananya kelak akan diterapkan pada prosesor yang berbasis mikroarsitektur Nehalem atau Intel i7.

Apa itu  Southbridge

Sama halnya dengan Northbridgeyang memilki fungsi mengelola dan mengaliri data namun pada bagian bawah pada motherboard ,southbrige memilki fungsi sebagai input dan output controller yang mengatur kecepatan tranfer storoge . ciri khususnya pada chipset ini  kurang mencolok dari chipset northbridge bentuknya lebih kecil dari chipset northbridge namun apabila anda melihat heatsink pada bagian motherboard bagian itu berarti chipset southbridge , chipset ini memilki dukungan peripherall transfer input dan output seperti :  Interface USB 2.0 , firewire soudcard , PCI ,dan mengatur inputan dari perngkat external lainya seperti mouse dan keyboard dan networking.

Southbridge adalah bagian dari chipset yang mengontrol bus IDE, USB, dukungan Plug and Play, menjembatani PCI dan Isa, mengontrol keyboard dan mouse, fitur power management dan sejumlah perangkat lainnya.
Southbridge berhubungan dengan pheriperal, memalui jalur penghubung yang kecepatannya (kecepatan bus) lebih lambat (misalnya bus PCI dan bus ISA) dibandingkan jalur penghubung yang digunakan oleh northbridge. Pada beberapa chipset modern, southbridge sebenarnya mengandung (memuat) pheripheral yang terintegrasi pada chip, seperti ethernet, USB, dan audio.

Perbedaan Northbridge dan Southbridge

mungkin dari penjelasan di atas teman sudah mempu membedakan antara northbridge dan southbridge , dua perangkat tersebut memilki dua fungsi yang sama namun tugas yang berbeda. mengapa chipset northbridge memiliki heatsink yang besar dan lebih khusus dari pada chipset southbridge , karena chipset northbridge ini memilki fungsi vital yang mengatur dan mengliri data muatan perangkat yang penting seperti prossesor dan RAM sehingga chipset ini sangatlah mudah panas.

Penjelasan Northbridge dan Southbridge Chipset- notepedia

Asal mula istilah northbridge dan southbridge

Pemunculan istilah northbridge dan southbridge berawal dari kebiasaan dalam menggambar suatu bagan atau peta tentang arsitektur suatu komponen. CPU biasanya diletakkan pada bagian atas (puncak) bagan. Pada suatu peta, bagian atas selalu identik dengan arah utara. CPU kemudian dihubungkan dengan chipset melalui fast bridge atau jalur penghubung cepat yang menyambung langsung di bagian atas unit chipset. Itulah sebabnya bagian yang langsung berhubungan dengan CPU tersebut disebut northbridge. Northbridge ini kemudian dihubungkan dengan bagian bawah unit chipset melalui slow bridge atau jalur penghubung yang lebih lambat. Unit chipset bagian bawah ini kemudian disebut southbridge. Jika bagian atas menyimbolkan arah utara, dengan sendirinya bagian bawah menyimbolkan arah selatan. Itulah sebabnya disebut dengan istilah southbridge. contohnya seperti ini :


Referensi terkait :
http://wwwa3fw.blogspot.com/2009/02/southbridge-dan-northbridge.html
tips_dan_trick_memilih_power_suply
Power Supply atau disingkat dengan PSU salah satu perankat keras yang terdapat pada Komputer yang berfungsi sebagai mengalirkan sumber daya listrik pada perangkat keras lainya . pada dasarnya tujuan pada Power supply ini sederhana mengubah dari arus AC menjadi DC lalu di teruskan pada komponen lainnya. namun banyak perangkat keras ini banyak di lupakan nilai kepentingannya pada dasar power supply ini adalah jantung kehidupan pada komputer tersebut prinsipnya seperti ini power supply rusak computer tidak dapat menyala kembali. jadi power supply sangat lah penting dari perangkat -perangkat keras lainya,namun sebelum memilih power supply yang terbaik itu apa aja sebelum itu tidak ada salahnya mengenal power supply tersebut

Apa sih Power Supply Itu ?

Power supply adalah bagian dalam komputer yang berfungsi menyuplai tegangan ke komponen – komponen lain dari komputer. Power supply juga biasa disebut dengan power conversion karena fungsi utama dari power supply adalah mengubah  arus listrik bolak – balik / AC (arus listrik yang dari PLN) menjadi arus searah /DC. Kenapa harus diubah menjadi DC. Hal itu dikarenakan komponen elektronika yang ada dalam komputer itu hanya membutuhkan DC.

Apasaja tipsnya memilih PSU tersebut ?

Nah, memilih power supply yang bagus wajib kita lakukan untuk menjaga keawetan komponen lainnya, jangan sampai menggunakan power supply abal-abal yang justru semakin memperpendek usia komputer . berikut tips memilih PSU nya
  1. Perkirakan jumlah daya yang dibutuhkan untuk komputer , gunakan tool-tool yang ada di internet untuk membantu perhitungan
  2. Kemudian cari power supply yang cukup untuk memenuhi daya yang dibutuhkan oleh komputer.
  3. Ketika mencari PSU, jangan asal pilih PSU yang murah yang murah belum tentu bagus.
  4. Coba lihat rating PSU yang  dapatkan di internet, bagaimana ulasan para konsumen terhadap PSU tersebut.
  5. Usahakan untuk membeli PSU dari merk-merk yang sudah terpercaya dalam bidangnya, misalkan seasonic, Digital Alliance, dan masih banyak lagi.
  6. Cari yang sudah memiliki cap bronze (minimal), yaitu sertifikat yang diberikan kepada PSU dimana psu tersebut mampu membeikan efisiensi diatas 80 Selain itu, psu yang sudah berlabel 80+ juga bukan sembarangan PSU, PSU tersebut harus melewati berbagai macam tahapan agar bisa lolos.
Power_Supply_hardware

Bagaimana Menghitung PSU itu ?  

Pada dasarnya PSU hanya memiliki 3 satuan

W= Watt (Watt)
A= Amperage (Ampere, Arus)
V= Voltage (Voltase, Tegangan)
di mana, W = V * A

Didalam PSU terdapat rail,apa itu rail ? , Rail itu jalur yang ada dari Power Supply untuk menghantarkan listrik yang tadinya dari arus AC (PLN) yang di convert ke DC untuk diteruskan ke komponen perangkat keras lainya.

Pada PSU-PSU modern/masa kini, PSU dibagi Rail nya menjadi +3.3v, +5v, +12v, -5v dan -12v
Negatif di asumsikan menjadi 'Ground' atau nilai Netral yang hanya memberi sambungan arus dari kutub Positif.Rasa saya hal ini tidak perlu di bahas namun apabila anda kamu ingin mendalami PSU tersebut hal ini cukup bernilai penting,

Kenapa Rail itu Penting ? 

Berikut ini membuktikan rail itu memang penting
Rail menentukan hasil output akhir dalam bentuk Watt (W).
Rail 3.3V. 30A menghasilkan 3.3V*30A = 100W (coklat)
Rail 5V. 20A menghasilkan 5V*20A = 100W (merah)
Rail 12V. 25A menghasilkan 12V*25A = 300W (kuning)
Maka dari itu, Grand Total Output / Daya, bisa dibilang 500W.

Mulai masa sekarang dan mendatang, terlihat komputer mulai menggunakan komponen yang lebih menyedot arus 12V. Bisa dilihat dari GPU (VGA Card) masa kini yang hanya murni menggunakan Power dari arus 12V besar2an hingga 200Watt lebih. Dan juga komponen kecil-kecil seperti Fan, Neon CCFL, dsb selain USB Devices. Maka dari itu, Produsen PSU biasanya membagi Rail nya menjadi beberapa bagian, misalnya, 2 rail, 4 rail, bahkan 6 rail. Terutama di Rail 12V. Tujuan pembagian ini sebenarnya juga untuk memberikan pasokan listrik yang lebih stabil bagi komputer sehingga komponen bisa menjadi lebih dingin.

Jadi,Banyak Makan Listrik Dong ?

Pengunaan power supply ini sesuai kebutuhan pengunaan jadi maka karena itu harus menghitung juga nama nya efiensinya agar mengetahui hasilnya. Efisiensi pada Power Supply adalah rasio antara output yang berguna pada perangkat konversi energi dan input, contohnya jika sebuah komputer memakan daya 250 watt yang terserap dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) adalah 300 watt. jadi efisiensinya sekitar 83%, efisiensi akan terasa pada rekening tagihan listrik maka makin tinggi efisiensi, komputer kalian akan menyerap daya yang lebih kecil.

Contoh:
Power Supply 400 watt A efisiensi pada daya 200 watt adalah 75%
Power Supply 400 watt B efisiensi pada daya 200 watt adalah 83%
Efisiensi adalah berapa daya yang diambil dari listrik rumah kita (AC) untuk mengeluarkan jumlah output di Power Supply (DC). Cara hitung efisiensi adalah jumlah daya yang dipakai PSU dibagi dengan persentase efisiensi, mari kita hitung:
Power Supply A 200 watt / 75% = 266W
Power Supply B 200 watt / 83% = 240W
Jadi kesimpulannya Power Supply B lebih hemat listrik, karena untuk output 200 watt daya listrik yang diambil dari rumah kita adalah 240 watt, dimana Power Supply A untuk output daya 200 watt membutuhkan daya 266 watt.

Jadi PSU baik itu seperti apa dong ?

Kalau mau yang berkualitas tinggi pasti perlu nguras kocek kocek yang dalam karena kuliatas itu sebanding dengan harga, Berikut ciri-ciri power supply yang berkualitas :

1.    Harga Lumayan Mahal.
Untuk  350 Watt harga berkisar Rp. 400 ribu, 400 Watt harga berkisar Rp. 450 ribu sampai dengan Rp.500 ribu, sedangkan 500 Watt harga berkisar Rp. 600 ribu sampai dengan Rp. 850 ribuan. Untuk wattage yang lebih besar, harga dipastikan lebih mahal lagi. Harga mahal ini merupakan kompensasi dari komponen yang memang memiliki kualitas yang bagus dan lebih tahan lama.

2.  Berat power supply lebih dari power supply biasa.
Secara fisik, bobot power supply yang baik lebih berat dari yang biaa saja. Hal ini disebabkan karena power supply yang bagus menggunakan bahan – bahan terpilih, misalnya kabel-kabelnya memiliki serat tembaga yang lebih tebal, kapasitor yang ada didalamnya menggunakan kapasitor yang lebih banyak jumlahnya, dan lilitan kabel pada kumparan-kumparannya pun lebih banyak. Selain itu, power supply yang bagus, biasanya menggunakan kabel berlapis yang sering disebut dengan cable sleeving.

3.    Memiliki UL Number
UL number merupakan tanda produsen sebuah power supply. Dengan mengetahui identitas produsen/pabrik power supply tersebut kita dapat mengetahui apakah kualifikasi produknya telah bersertifikasi internasional. UL Number ini dapat di cek secara online lewat situs : http://www.ul.com/database/.

4.    Memiliki label spesifikasi voltase dan ampere yang digunakan, melekat di body power supply.
jika kita mengukur dengan Voltmeter atau Ampere meter, spesifikasi yang ada pada label tersebut sama persis dengan yang hasil pengukuran yang tertera.

5.    Mempunyai kemampuan lain, misalnya:
Active PFC (Power Factor Correction), yaitu rangkaian khusus yang digunakan untuk mengukur seberapa efisien komsumsi daya listrik.
Over Voltage Protection, yaitu kemampuan power supply untuk mencegah kerusakan komponen yang terhubung karena adanya lonjakan voltase listrik yang tiba-tiba.
Continuous Output, yaitu kemampuan power supply untuk memberikan daya setiap saat dibutuhkan.

Isu-isu apasaja yang sering bermasalah di power Supply?

Namanya juga sebuah perangkat elektronik pastinya mengalami kendala atau masalah selama dalam pemakaiannya namun itu semua tergantung kualitas barangnya dan juga perawatanya itu sendiri berikut ini saya akan jelaskan masalah - masalah apasaja yang sering terjadi pada power supply sehingga mengalami kerusakan pada PSU

  • Berdebu di karenakan  banyak masuknya debu pada fan (kipas) power supply
  • kipas power supply berhenti tidak bisa berputar namun power supply tetap berjalan
  • Electrolit Condensator (ELCO) pada power supply sudah kadaluarsa atau rusak sehingga power supply tidak dapat menyalurkan aliran listrik ke feripheral.
  • lonjakan listrik yang disebabkan pln di karenakan turun naiknya daya listrik pln

Merk apa yang rekomended buat PSU ?

sebenarnya saya sudah merasa dirugikan karena merek ini telah beriklan di blog saya , hehe . namun tidak ada salahnya saya memberikan nama merk tersebut sebagai intervensi kedepannya.

Merek-merek  direkomendasikan yang kebanyakan beredar di Indonesia:
  • Corsair
  • Silverstone
  • Antec
  • Enermax
  • FSP (Fortron)
  • Mushkin
  • OCZ Technology
  • Tagan
  • PowerLogic
  • Thermaltake ToughPower Only

Merek-merek  tidak direkomendasikan yang kebanyakan beredar di Indonesia:
  • Mentari Power
  • e-Pro
  • Simbadda
  • Codegen
Nah berikut ada ulasan saya mengenai PSU yang saya dapat dari beberapa referensi di situs lainya dan juga dari pengalaman saya sendiri, apabila ada lagi pertayaan lainya teman bisa tinggalkan komentar dibawah ini.nndwn