Notepedia2: Artikel Bebas

Tuesday, September 13, 2016

Pengertian,  Jenis - Jenis dan Fungsi ROM (Read Only Memory)ROM merupakan singkatan dari Read Only Memory. ROM adalah perangkat atau peralatan proses yang terdapat di dalam CPU. ROM berisikan suatu program yang telah diterapakan oleh pembuat perangkat komputer dan keberdan program ini tidak dapat diubah, ditambah, maupun dikurangi oleh pemakai Komputer. Isi ROM diperlukan pada saat computer dihidupkan. Perintah yang ada di dalam ROM sebagian akan dipindahkan ke RAM. Di antara perintah dari ROM adalah perintah untuk membaca system operasi dari disk, perintah untuk mengecek semua peralatan yang ada di unit system, dan perintah untuk menampilkan pesan di layar. Isi ROM tidak akan hilang meskipun aliran listrik padam (non volatile).

ROM pada komputer digunakan untuk sebagai penyimpan BIOS (Basic Input Output System). BIOS adalah bagian yang sangat kritis dari suatu sistem operasi, yang berfungsi mengetahui Input dan Output yang terpasang di motherboard dan pengaturan standard lainya seperti waktu dan tanggal. Ketika komputer pertama kali dihidupkan kondisi RAM masih kosong maka perintah pada ROM BIOS yang digunakan oleh CPU, kemudian baru memindahkan file-file tersebut ke dalam RAM dan menjalankannya.

ROM sering ditemukan dalam bentuk IC (Integrated Circuit). IC ROM biasanya memiliki kode tulisan (teks) 27xxx. Angka 27 menunjukkan kode untuk ROM, sedangkan xxx menjunjukkan kapasitas ROM dalan satuan kilo bit.

Fungsi ROM

Seperti telah dijelasakan sebelumnya pada umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware. Pada perangkat komputer, sering ditemukan untuk menyimpan BIOS. Pada saat sebuah komputer dinyalakan, BIOS tersebut dapat langsung dieksekusi dengan cepat, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpan lebih dahulu seperti yang umum terjadi pada alat penyimpan lain selain ROM.

Umumnya, pada media simpan lain, jika dieksekusi untuk dibaca isi atau datanya, media simpan tersebut harus dinyalakan lebih dahulu sebelum dibaca, yang tentu saja membutuhkan waktu agak lama. Hal seperti ini tidak terjadi pada ROM.

Pada komputer (PC) modern, BIOS disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik yang dikenal dengan nama Flash ROM. Itulah sebabnya istilah flash BIOS lebih populer daripada ROM BIOS.

Jenis ROM

Sampai sekarang dikenal beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain Mask ROM, PROM, EPROM, EAROM, EEPROM, dan Flash Memory. Berikut ini disajikan uraian singkat dari masing-masing jenis ROM tersebut.

Pengertian dari masing-masing jenis ROM antara lain :

PROM

PROM kependekan dari Programmable Read Only Memory. PROM adalah salah satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori (memory device) yang hanya bisa dibaca isinya. PROM memang tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik). Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen. Biasanya digunakan untuk menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware (perangkat keras) komputer. Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika komputer baru dinyalakan (di-on-kan). Program yang ada di dalam PROM diisi oleh pabrik pembuatnya. Pengisian program ke dalam PROM menggunakan alat khusus bernama PROM burner, atau PROM Writer Program atau informasi yang telah diisikan atau direkamkan ke dalam PROM, tidak dapat dihapus lagi.

EPROM

EPROM  kependekan  dari Erasable  Programmable  Read  Only Memory. EPROM berbeda dengan PROM. EPROM adalah jenis chip memori yang dapat ditulisi program secara elektris. Program atau informasi yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus bila terkena sinar ultraviolet dan dapat ditulisi kembali. Kesamaannya dengan PROM adalah keduanya merupakan jenis ROM, termasuk memori non-volatile, data yang tersimpan di dalamnya tidak bisa hilang walaupun komputer dimatikan, tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi chip EPROM adalah UV PROM eraser. Alat ini akan menyinarkan sinar ultraviolet ke memori tempat data disimpan dalam chip EPROM (disinarkan tepat pada lubang kuarsa bening). Dengan demikian, chip EPROM dapat digunakan kembali dan dapat diisikan informasi/program baru ke dalamnya. Informasi lain menyebutkan bahwa alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EPROM adalah EPROM Rewriter.

EEPROM

EEPROM kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. Seperti halnya PROM dan EPROM, EEPROM merupakan memori non-volatile. Informasi, data atau program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan, dan tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya. EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan konfigurasi data pada peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya tampung simpan datanya sangat terbatas. Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM umumnya digunakan untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem yang berhubungan dengannya.

EEPROM memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan EPROM. EEPROM dapat dihapus secara elektris menggunakan sinar ultraviolet, sehingga proses penghapusannya lebih cepat dibandingkan EPROM. Penghapusan juga dapat dilakukan secara elektrik dari papan circuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EEPROM disebut EEPROM Rewriter. Produk EEPROM versi awal, hanya dapat dihapus dan diisi ulang kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk terbaru dapat dihapus dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa informasi menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali)

Flash Memory

Flash memory yang dikenal pula dengan sebutan memori flash, adalah memori sejenis EEPROM yang memberikan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulisi dalam suatu operasi pemrograman. Flash memory tetap dapat menyimpan data tanpa memerlukan penyediaan listrik. Penulisan ke dalam flash memori dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM. Sedangkan penghapusan datanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan software Flash BIOS Programmer. Memori jenis ini banyak digunakan dalam  kartu memori, drive flash USB, kamera digital, pemutar MP3, hingga telepon genggam.

BIOS dan ROM

BIOS memang berkaitan erat dengan ROM, sebab sebagian besar BIOS yang terdapat di dalam perangkat keras komputer disimpan di dalam ROM, baik PROM, EPROM, EEPROM, Flash ROM, ataupun jenis ROM lainnya. Namun, setelah tahun 1995, EEPROM dan Flash Memory lebih banyak digunakan daripada jenis ROM lainnya karena BIOS yang terdapat pada kedua jenis ROM ini mudah dihapus dan ditulisi lagi sehingga membuka kemungkinan dilakukannya update BIOS. Update BIOS seringkali diperlukan oleh para pengguna komputer karena beberapa alasan, antara lain:

  1. Untuk mendukung prosesor yang lebih baru, sebab pengguna komputer baru saja mengganti prosesor yang lama dengan prosesor tipe baru untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik.
  2. Untuk mendukung perangkat lain yang baru dipasangkan karena BIOS yang lama belum memberikan dukungan pada perangkat tipe baru tersebut.
  3. Adanya bug yang mengganggu pada BIOS yang lama.
  4. Atau berbagai alasan lainnya.

Para produsen  motherboard sering menyediakan BIOS versi baru untuk meningkatkan kemampuan produk mereka atau untuk membuang bug-bug yang mengganggu. Adanya bug-bug pada BIOS biasanya baru diketahui setelah BIOS tersebut dirilis. Oleh karena itu BIOS yang ber-bug harus di-update dengan BIOS versi yang lebih baru yang merupakan edisi perbaikan dari BIOS yang lama.
Proses update BIOS harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Proses update yang tidak benar dapat mengakibatkan tidak berfungsinya motherboard (motherboard mati), karena firmware yang digunakan untuk membantu proses booting (BIOS) tidak dapat berfungsi. Kerusakan yang terjadi bukan kerusakan fisik komponen  motherboard, tetapi kerusakan software BIOS (firmware) yang ada pada EEPROM atau Flash Memory.

Kebanyakan  BIOS  pada saat ini, memiliki sebuah region (lokasi) di dalam  EEPROM atau Flash Memory yang disebut dengan istilah Boot Block yang sengaja ‘dilindungi’ dan tidak dapat di-upgrade. Ketika komputer dinyalakan, Boot Block tersebut selalu dieksekusi pertamakali. Kode dari Boot Block akan  mem-verifikasi BIOS untuk mengetahui apakah BIOS dalam kondisi normal atau  rusak. Apabila BIOS dalam kondisi normal (tidak rusak), komputer segera mengeksekusi BIOS itu sendiri. Sebaliknya, bila ternyata BIOS mengalami kerusakan, maka boot block akan menampilkan pesan di layar monitor agar pengguna komputer melakukan pemrograman (pengisian) BIOS lagi dengan menggunakan versi BIOS yang sama atau di-update dengan versi BIOS yang lebih baik. Program BIOS yang digunakan untuk meng-update biasanya disimpan di dalam disket, di dalamnya tersimpan flash memory programmer dan image BIOS.

Penulis :
Iwan Nasri Item Kupula acemedia.edu
Sebuah etika dalam dunia design kreatif itu sangat penting untuk diketahui hal ini di karenakan sebuah kebebasan yang tidak mendasar atau kebebasan yang tidak di batasi, terlalu bebas itu tidak baik karena dapat melanggar suatu aturan , kita boleh untuk merasakan bebas untuk berexpresi namun tidak boleh berlebihan karena berlebihan itu suatu hal  yang tidak bagus dilakukan dan yang dimaksud berlebihan itu adalah tanpa memikirkan orang sekitar atau perasaan orang lain maka karena itu dibutuhkan suatu etika dalam berpikir kreatif.

Etika merupakan salah satu cabang dari ilmu filsafat, yang mempelajari prinsip alami moralitas, dengan mendefinisikan mana yang benar dan mana yang salah. Pendeknya, etika merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang berusaha membantu manusia untuk memahami pilihan benar dan salah dalam kehidupan. Dalam proses pemahamnnya, etika lebih banyak menggunakan pemikiran dibandingkan menggunakan keyakinan dan tradisi. Etika sendiri berasal dari bahasa Yunani "ethos" yang berarti karakter. pada dasarnya manusia itu ingin di hormati atau di akui di sekitarnya maka karena itu manusia membutuhkan sebuah etika agar dapat mengerti dan memahami dengan manusia lainnya, dalam design kreatif pun juga membutuhkan namanya etika mengapa ? karena agar mampu memahami dan mengerti dengan manusia lainya untuk mengekspresikan karyanya.

Opini Etika dalam kreativitas

Banyak yang beranggapan etika yang membatasi sebuah kreativitas dalam berkarya , pada dasar etika dan kreatif itu saling mendukung satu sama lainya dengan adanya batasan-batasan tersebut menjadi sebuah penekanan agar lebih untuk berpikir kreatif lagi.

Karena sebuah etika terbentuklah sebuah aturan –aturan secara tertulis maunpun tidak tertulis , hal ini disebabkan banyaknya pelaku kreatif  yang melanggar suatu etika  dalam berkreativitas , Seperti Pornografi , Pencemaran , plagiatisme,kekerasan serta mengadung SARA dalam karyanya . kebebasan untuk berexpresi itu boleh asalkan memikirkan keadaan sekitarnya apakah pantas anda membuat gambar yang seronok di pandang di ruang lingkup yang banyak anak kecilnya ?

Seorang pelaku design harus memilki sebuah keyankinan atau agama agar mengenal namanya etika dalam berkarya , karena dalam sebuah agama sudah ada hukumnya tersendiri untuk mengatur etika ini. Seperti hal Agama Islam yang bisa teman baca disini. Karena sebuah agama yang dapat membuat anda menjadi berprikemanusian.
Mungkin masih banyak setiap muslimin yang beranggapan bahwasanya islam itu melarang namanya seni namun  pada dasarnya islam itu menyukai keindahan dan keindahan itu tercipta karena adanya sebuah unsure seni , maka karena itu saya akan menjelaskan kesalah pahaman ini bahwasanya seni itu tidak dilarang namun memiliki sebuah batasan dan etika dalam berseni.

Pengertian seni Dalam Bahasa

Sebelumnya sudah saya jelaskan pengertian seni di artikel sebelumnya  namun kali ini saya akan menjelaskan tidak begitu mendetailnya mengenai hal tersebut.
Seni dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti Halus (dalam rabaan ) ‘kecil dan halus’,’tipis dan halus’, lembut dan enak ‘ (didengar),’mungil dan elok’(tubuh),’sifat halus’. Namun secara etimologisnya seni dapat definisikan sebagai kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bermutu tinggi .Ukuran tinggi itu jika orang lain bisa mengatakan indah, kagum,  atau luar biasa terhadap ciptaan tersebut.

Permasalahan Seni dalam Islam

Mengkaji Seni Islam  selalu tertumbuk pada jalan buntu ketika hendak memasuki wilayah kajian seni Islam. Di kalangan Islam terdapat pro dan kontra.

1.Hingga kini belum ada lembaga apapun juga yang secara formal dan sistematis melakukan kajian seni secara:
  1. komrehensif, (pandangan secara lengkap mengenai seni dalam islam )
  2. filosofis (eistetika atau filsafat seni Islam, yang merumuskan batasan nilai keindahan sesuai dengan ajaran Islam)
  3. teoritik (sejarah, struktur, dan klasifikasi: apakah ada seni Islam ataukah hanya ada seni muslim),
  4. praktik (kajian tentang teknik-teknik perbidang),
  5. apresiatif (kritik seni yang mengkaji perkembangan seni Islam dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat muslim) yang mengatasnamakan lembaga seni Islam.
Inti pendirian kelompok ini menyatakan bahwa Seni Islam itu tidak ada, dan yang ada hanyalah orang Islam berseni.

2.Sebagian umat Islam atau bisa disebut seniman muslim bersemangat menunjukkan berbagai dalil ‘aqliyah’ (rasional) bahwa Alquran sendiri mengandung nilai seni yang amat tinggi dan demonstratif bahwa musabaqah tilawatil qur’an digelar di mana-mana, demikian juga seni kaligrafi Islam-Arab, maupun naqliyah (teks yang bersumber dari Alquran maupun as-Sunnah; Alfaruqi, 1999: v-vi) menjelaskan tentang keindahan sebagai buah karya seni. Inti pendirian kelompok ini adalah seni merupakan salah satu dari kandungan atau jangkauan Islam. Dalam bab ini tentu dinyatakan bahwa seni Islam itu ada. Dan sampai sekarang ini menjadi suatu permasalahan dalam islam karena seni dalam islam itu masi di ragukan keberadaannya, namun bagaimana dengan tilawah qur’an yang begitu merdu dan tulisan ayat Al-qur’an yang di bentuk sedemikian rupa indahnya yang kita sebut sebagai kaligrafi ? nah , agar tidak menyesatkan pembaca di harapkan membaca hingga habis dari artikel ini agar lebih jelas.

Filsafat dalam Seni           

Dalam seni banyak pembagian begitu macam variasi dalam seni namun Sekurang-kurangnya terdapat dua sifat besar dalam seni, yaitu seni untuk seni (the art for the art) dan seni untuk sesuatu (the art for the others).

1.      Seni untuk Seni

            Pada awal abad 19 ditengarai munculnya gerakan seni untuk seni (the art for the art) . Di Perancis gerakan ini didukung oleh Flaubert, Gauthier, dan Baudelaire. Di rusia oleh Pushkein. Di Inggris oleh Walter Patter Oscar Wilde. Di Amerika oleh sastrawan Allan Poe. Aliran ini berakar dari Romantisime Romawi yang dapat ditemukan akar-akarnya pada Friedrich  Schlegel dan Henrich Heine (Syarif, 1984 : 114).

Mereka menyakini dokrin “Seni Untuk Seni” karena dengan dokrin ini dimaksudkan bahwa suatu keindahan produck seni itu bertujuan sebagai pembangkit jiwa untuk menciptakan sensasi-sensasi keindahan tertentu dari yang melihatnya ataupun si pembuatnya sendiri, namun moral,uang dan popularitas bukan menjadi suatu tujuan dalam seni  tersebut tetapi malah merendahkan nilai artistik suatu seni karena mereka beranggapan bahwasanya hidup itu untuk seni namun di luar seni bukanlah kehidupan, mereka begitu fanatic dengan seni sehingga melupakan namanya etika dalam berseni atau nilai moral.

Gauthier, utamanya, ia mengatakan bahwa seni bukan suatu cara, tetapi tujuan. Seorang seniman yang mengejar tujuan lain di luar keindahan adalah bukan seniman (Syarif, l984 : 115). Sementara itu, Orcar Wilde memisahkan secara penuh antara lingkungan etika dan seni( Syarif, l984 : 1). Sebuah patung naturalis telanjang bulat yang dipasang di pusat keramaian, jika ini dipandang indah, tentu dilakukan dengan tanpa mermpertimbangkan nilai etis atau etika. Jika peristiwa ini benar-benar ada, di Indonesia pasti menjadi heboh. Tokoh agama dan kaum moralis lainnya pasti memprotesnya, karena dipandang bertentangan dengan nilai moral. Goyang ngebor Inul Daratista, goyang patah-patah Anisa bahar, Goyang gergaji dari Dewi perssik dalam seni panggung menjadi heboh dan mendapat protes keras dari pendukung kaum moralis yang anti pornografi dan pornoaksi atau sekurang-kurang erotisme. Mulai Maret 2008 Pemerintah Republik tercinta ini (Indonesia), demi menjaga supaya  generasi muda tidak rusak parah moralitasnya menutup situs pornografi maupun pornoaksi dalam dunia internet ini adalah sikap dan gerakan nyata anti seboyan “seni untuk seni”.

Seni untuk seni yang produksi seninya dinilai seronok oleh masyarakat tidak akan menjadi masalah manakala semua orang mendukung paham itu. Mungkinkah ini bisa terjadi ? rasanya tidak mungkin atau  malah pasti tidak mungkin. Manusia tidak bisa diseragamkan dalam paham seni. Justru kebanyakan manusia tidak sadar akan dunia seni atau malah tidak menyadarkan diri akan dunia seni. Bagi mereka, sebagian berpendirian bahwa yang penting tuntutan ekonomi dasar (pangan, sandang, papan). Seni bagi kebanyakan orang adalah komoditas mewah. Orang-orang semacam ini biasanya dalam penghayatan agama juga terbatas pada aturan-aturan pokok kehidupan agama seperti pelaksanaan Sholat 5 waktu. Dalam agama islam ketika melihat patung naturalis bugil di pusat keramaian, tidak dipandang sebagai karya seni yang indah, melainkan dihukumi haram, dosa, dan membinatangkan manusia.
Jadi, sebenarnya doktrin seni untuk seni bukanlah sesuatu yang ideal untuk seni, karena terlalu menyampingkan etika dan nilai moral. Tujuan utama keutusan para Nabi dan Rasul sepanjang sejarah manusia justru mengenai etika.  Nabi dan Rasul terakhir Islam adalah Muhammad saw mengaku bahwa tugas pokoknya sebagaimana ia katakan adalah sebagai berikut:

“Aku diutus hanyalah utuk menyempurnakan kebaikan akhlak”. (H.R. al-Laisi dari Malik bin Anas).

Suatu hal lain menjadi kelemahan doktrin seni untuk seni bagi seniman anti naturalism adalah mereka begitu iri ketika menyaksikan alam semesta,yang dipandang mereka  sebagai sesuatu yang statis dan tidak bermakna karena lepas dari sensasi-sensasi keindahan dari sang seniman  namun padahal Allah S.W.T adalah seniman yang maha indah di tiap karyanya. Hal ini di dukung oleh Flaubert yang amat membenci kenyataan bentuk alam karena Keindahan pegunungan Alpen tidak menimbulkan daya tarik baginya. Baudelaire menatap alam dalam penampakan keaslinya, ia pandang sebagai sesuatu yang monoton dan menjemukan. Menurutnya, seni harus berhubungan nilai absolut dan tertingi yaitu dipakai untuk menggantikan filsafat dan agama (Syarif, l984 : 116).
Seandainya teori tersebut dianut maka seniman tidak dapat sama sekali menjadi filosofi dan agamawan yang berarti seniman tidak harus mempuyai agama dan harus totalitas terhadap seni yang ia buat tanpa berpikir untuk sosial. Kalau seorang seniman memiliki sebuah agama namun menjunjung tinggi doktrin “seni untuk seni” dan ia amat kuat dukungannya, sementara ia adalah seorang agamawan, boleh jadi ia kurang kesadarannya terhadap agamanya. Dalam kasus Islam, agama ini menuntut kepada pemeluknya supaya masuk ke dalam Islam secara total dan menyeluruh. Demikian seruan Alquran:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. al-Baqarah/2 : 228)

Dalam ayat ini, dapat dipahami bahwa ketika seseorang memeluk agama Islam secara tidak totalitas, sisanya adalah pengikut langkah syetan. Dengan demikian seniman yang menjunjung tinggi doktrin “seni untuk seni” hingga tahap menepikan atau mentiadakan  filsafat dan agama. hendaklah anda bertaubat dan pindah kepada paham seni yang fungsionalis-religius.Seandainya harus dicari manfaatnya dari doktrin seni untuk seni sebenarnya masih ada, tetapi amat terbatas dan lebih banyak sisi keburukanya.

2.      Seni Untuk Sesuatu (Seni Fungsionalisme)

Islam sebagai salah satu agama terbesar dunia dan yang paling belakangan menyatakan bahwa Alquran diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu. Dalam hal ini Allah berfirman:

 Dan Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu, (Q.S. 16 : 138) 
 
Sudah tentu bukan dalam arti penjelasan teknis dan detail yang diberikan oleh Alquran, melainkan hanya prinsip-prinsip dasarnya. Keluasan jangkauan Islam ini diakui juga oleh Orientalis seperti H.A.R. Gibb dengan pernyataannya:

“Islam is much more than system of theology. It is a complite civilization”. (Islam jauh lebih maju dari sistem teologi. Ini adalah peradaban complite)


Noor Cholish Madjid menyatakan Islam sebagai agama doktrin dan peradaban. Point yang diperoleh dari premis ini adalah Islam mengandung soal seni. Kandungan ini amat kecil barangkali sehingga amat samar dan akibatnya sulit memotret secara jelas apa itu seni Islam, bagaimana umat Islam mengapresiasi kesenian yang semuanya menjadi wacana yang hangat yang secara keseluruhan atau sekurang-kurangnya secara mayor mencurigai seni.Bolehlah dikatakan bahwa Islam ‘ya’ terhadap seni, tetapi seperti apa ? Jawaban pertanyaan ini dapat dijelaskan dalam dua level, operasional dan konsepsional tentang seni.

1.Devinisi

Inti ajaran Islam dalam rumusan verbal dan perbandingan antar agama-agama adalah tauhid. Essensi tauhid adalah meng-Esa-kan Tuhan, bukan hanya dalam level keyakinan, melainkan total kehidupan. Karena itu, fenomena apa pun yang berlabel Islam pasti dan harus berasal, beroperasional, dan bermuara pada tauhid. Islam yang sumber ajaran pokoknya Alquran dan as-Sunnah, dan kandungannya menyediakan pembentukan kebudayaan lengkap. Semuanya terbawahkan oleh posisi tauhid. Tauhid berada di puncak piramida sesuatu yang disebut Islam. Atas dasar alur pikir ini mendevinisikan seni Islam kiranya dapat dipahami.
Seni Islam dapat didevinisikan  sebagai segala produk historis yang memiliki nilai eistetis yang telah dihasilkan oleh orang-orang Islam dan dalam kurun sejarah Islam, berdasarkan pandangan eistetika tauhid dan selaras dengan semangat keseluruhan peradaban Islam, dengan enam ciri yang diambilkan dari ideal Alquran: abstraksi, struktur modular, kombinasi suksesif, repetisi, dinamis, dan rumit (Alfaruqi, l999 : vii-viii). Pertama-tama yang harus disadari dalam devinisi ini adalah sifatnya yang aplikatif dalam arti mengabstraksi prestasi seni yang telah dicapai, meskipun dapat juga dikenakan sebagai kerangka paradigmatik. Penjelasan keenam ciri tersebut adalah sebagai berikut:

2.Abstraksi

Yang dimaksuds ciri abstraksi dalam seni Islam adalah pengingkaran naturalisme dan pencegahan menghadirkan fenomena natural dalam karya seni, khususnya adalah seni patung. Kalau pun harus akan mencipta karya-karya figuratif alami harus diupayakan denaturalisasi (Alfaruki, 1999 : 8). Demikian inilah diagnosa pengamat seni Islam. Iqbal yang filosof dan seniman (Syarif, 1973 : 99) menyarankan bahwa seni yang benar adalah seni yang bebas dari belenggu alam (Darb-I Kalim : 115). Seni yang meniru alam dianggap pengemis di depan pintu alam. Seperti syair yang potongannya sebagai berikut:

“Thou didst create the night, but I made the lamp. Thou didst create clay, but I made the cup. Thou didst create the deserts, mountains and forests, I produced the orchards, gardens and groves. It is I who made the glass out of stone, and it is I who turn a poison into an antidote”
 
Dalam bait tersebut nampak jelas bahwa hasil karya yang dikehendaki adalah sama sekali baru dan orisinal, tidak dublikatif, tidak pula meniru dari yang sudah ada.

Secara kebetulan banyak teks hadis Nabi Muhammad yang mencela seniman yang berkarya secara naturalis mulai tingkat rendah hingga amat berat, padahal sabda-sabda tersebut diyakini kebenarannya secara mutlak oleh umat Islam karena memang itu juga wahyu. Diantara teks-teks yang dimaksud adalah:

(1) Allah melaknat seniman naturalisme: ‘La’ana . . . almus}awwir (Allah melaknat . . . pematung/naturalis – H.R. al-Bukhari dari Ibnu Juh}aifah).
(2) Malaikat menjauh dari rumah yang di dalamnya ada patung naturalis. Demikian sabda Rasulullah:

“Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk pada rumah yang di dalamnya ada patung naturalis” (H.R. al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas). Hadis ini tercatat hingga 49 kali.

(3) pembuat patung naturalis akan disiksa

 “dan sesungguhnya orang yang membuat patung (naturalis) akan disiksa besok pada hari kiamat”. (H.R. al-Bukhari dan Muslim)
 
(4) Siksaan, pada nomor tiga di atas amat pedih

“Sesungguhnya diantara yang amat berat siksaannya adalah orang yang  memahat menyerupai atau menyamai ciptaan Allah”. (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

(5) Pematung naturalis memang menjadi penghuni neraka:

“Sesungguhnya sebagian penduduk neraka besok pada hari kiyamat untuk mendapat siksa yang amat berat adalah para seniman  naturalis”  ( H.R. Muslim).

(6). Pematung naturalis dituntut  untuk memberi nyawa atau menghidupkan hasil karyanya:

“Barang siapa membuat patung naturalis di dunia, ia dituntut untuk meniupkan roh di dalamnya besok pada hari kiyamat, padahal ia tidak bisa meniupnya,” (H.R. Muslim dari Ibnu ‘Abbas; atau beliau bersabda: “Hidupkanlah!”  H.R. al-Bukhari).

Dalam memahami ancaman tersebut hendaklah mempetimbangkan dua keadaan:
Hal yang pertama, Nabi amat sensitif terhadap patung. Islam, ketika pertama kali menguasai kota Makkah benar-benar tegas dalam melakukan pemberantasan terhadap patung . Di sekeliling ka’bah tidak kurang dari 360 buah, belum lagi di tempat-tempat lain. Patung-patung ini menjadi sarana atau objek penyembahan dan pengorbanan kepada para dewa (ilah). Sementara Islam memperkenalkan tauhid. Jadi, penghancuran ini dilakukan supaya orang tidak musyrik. Jika karya patung naturalis tidak dalam konteks sebagai sarana penyembahan, pengorbanan, atau sebagai ruitus-ritus keagamaan, tentunya lain ceritanya.
Penjelasan demikian: Seandainya berkarya seni patung naturalisme harus ditetapkan putusan hukumnya, haram itulah penetapannya karena
        1. Allah dan Rasulullah melaknat,
        2. Allah dan Rasulullah memberi ancaman siksaan besok di hari akhir,
        3. Rasulullah sama sekali tidak pernah melakukannya.
Sesuatu diharamkan itu karena mengandung madarat bagi pelaku yang diputusi haram. Jika tidak pernah melakukannya justru memperoleh manfaat, sekalipun bersifat janji-janji eskatologis. Tetapi, di dalam proses penetapan hukum dalam Islam itu berlaku kaidah bahwa, “Hukum itu tergantung pada sebab atau konteks,” (Zahra, 1958 : 224,250). Jika patung naturalis dibuat tidak dalam konteks sarana atau  dalam penyembahan dan pengorbanan, atau secara umum ritus-ritus sakral, alasan menetapkan hukum haram  pada patung naturalis tidak cukup.

Hal Kedua, alam dengan segala isinya – natural – adalah ciptaaan dan hak paten Allah swt. Wajar jika orisinalitas ciptaannya ditiru orang yang itu adalah juga makhluk-Nya. Dalam dunia manusia saja, karya yang telah ada hak patennya, tidak boleh dijiplak atau dibajak, kecuali telah mendapat ijin pengarang atau pembuat aslinya. Ini sebenarnya mengandung ajaran supaya seorang seniman senantiasa berkarya kreatif dan orisinal.Meskipun demikian, masih ada peluang bagi orang Islam untuk membuat karya patung bukan yang bernyawa. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

Beliau bersabda:“jika kamu terpaksa harus membuat patung naturalis, maka buatlah pohon atau sesuatu lain yang tidak bernyawa;” (H.R. Muslim dari Ibnu ‘Abbas).

2). Struktur modular

Karya seni Islam tersusun atas berbagai bagian atau modul yang dikombinasikan untuk membangun rancangan atau kesatuan yang lebih besar. Masing-masing modul ini adalah sebuah entitas yang memiliki keutuhan dan kesempurnaan diri, yang memungkinkan mereka untuk diamati sebagai sebuah unit ekspresif dan mandiri dalam dirinya sendiri maupun sebagai bagian penting dari kompleksitas yang lebih besar.
Ciri ini bisa dipadatkan dalam arti ekspresionisme. Hanya saja, kadang-kadang seorang seniman tidak bisa mengontrol karya seninya secara utuh. Kalimuddin menulis demikian:

      An artist may not know anything about the nature of art. The process of cration is often incomprehensible  to the artist. He created, and be creates in a particular manner, but very often he can not explain why he work in a certain way and not other. He knows he is right; he feels it in his hones that a thing should be just so that the least alternation would spoil it, but for the life of him he can not give any clear and convincing reasons wich would be obvious  to critic (Kalim, 1973 : 249).

Dalam kasus seperti ini sang seniman hanya menyadari bahwa tindakannya benar dan hasil karyanya indah. Secara etis memang tidak ada masalah dengan hukum, artinya tidak haram sepanjang  ciri-ciri naturalisme tidak ada.

3).   Kombinasi Suksesif

Pola-pola infinit seni Islam menunjukkan adanya kombinasi berkelanjutan (suksesif) dari modular dasar penyusunannya. Elemen-elemen tersebut disusun untuk membangun sebuah desain lebih besar, utuh, dan independen. Kombinasi tersebut dapat diulang, divariasi, dan digabung dengan entitas lain yang lebih besar dan lebih kompleks untuk membentuk kombinasi yang lebih kompleks lagi. Dengan demikian dalam  pola infinit tidak hanya ada satu fokus perhatian eistetis, melainkan terdapat sejumlah ‘penglihatan’ yang harus dialami ketika mengamati modul, entitas, atau motif-motif yang lebih kecil. Tidak ada desain yang hanya memiliki satu titik tolak eistetik, atau perkembangan progesif yang mengarah kepada poinvokal yang kulminatif atau konklusif. Desain Islam selalu memiliki titik pusat yang tak terhitung jumlahnya, dan sebuah gaya persepsi internal yang menghilangkan adanya permualaan maupun akhir yang konklusif (Alfaruqi, l999 : 9).

4).   Repetisi 

Ciri ke empat yang diperlukan dalam rangka menciptakan infinitas dalam sebuah objek seni adalah pengulangan dalam intesitas yang cukup tinggi. Kombinasi aditif (pertambahan) dalam seni Islam melakukan berbagai pengulangan motif, modul, struktural maupun kombinasi suksesif mereka yang nampak terus berlanjut. Kesan abstrak diperkuat dengan pengekangan individuasi bagi bagian-bagian penyusunannya. Ia juga mencegah modul manapun dalam desain tersebut untuk lebih menonjol dibanding yang lain.

5).   Dinamisme

Seni Islam amat dinamis atas dasar ruang dan waktu. Kombinasi antara keduanya, satu dengan yang lain lebih mendominasi bisa saja terjadi sepanjang menghasilkan eistetita di bawah siraman Islam.

6).   Rumit

Detail yang rumit merupakan ciri ke enam sebuah karya seni Islam. Kerumitan memperkuat kemampuan suatu pola Arabeks untuk menarik perhatian pengamat dan mendorong konsentrasi kepada entitas struktural yang diprersentasikannya. Sebuah garis atau figur, selembut apa pun diolah, tidak akan pernah menjadi satu-satunya ikon dalam rancangan seni Islam. Hanya dengan multiplikasi elemen-elemen internal serta peningkatan kerumitan penataan dan kombinasi, akan dapat dihasilkan dinamisme dan momentum pola infinit.

Ke enam ciri tersebut harus selalu ada dalam sebuah karya seni Islam, sifatnya situasional tergantung macam apa sebuah karya seni hendak dicipta. Dan, ciri-ciri tersebut secara umum kiranya, dalam tampilan praktis, bukan monopoli seni Islam. Ke enam ciri ini akan lebih menjadi ciri-ciri yang benar-benar hakiki jika indahnya sebuah karya seni muncul dari pandangan tauhid atau keindahan yang dapat membawa kesadaran transendensi ilahiah (Alfaruqi, l999 : vii).

Konsepsional Seni

1).   Tuhan sebagai Pencipta

Alquran menjelaskan Allah itu adalah wujud yang Transenden, tak ada pandangan dapat melihatnya, dan di atas segala perbandingan. Dalam hal ini Allah berfirman:

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang dia adapat melihat segala yang kelihatan; Dan Daialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui – (Q.S. al-An’am/6: 103).

Tidak ada sesuatu apapun seperti Dia. Dia berfirman:

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia; dan Dialah Yang Mah Mendengar lagi Maha Melihat, - (Q.S. asy-Syu’ara’/42 : 11).

Ia berada di luar jangkauan penjelasan apa pun dan tidak mungkin dipresentasikan melalui gambaran antropomorfis, zoomorfis, maupun simbul figural alam  (Alfaruqi, 1999: 3). Ajaran yang terkandung di balik kualitas-kualitas Tuhan seperti dalam dunia seni adalah pelarangan mengubah karya seni itu dalam berbagai aliran: abstraksionisme, ekspresionisme, maupun naturalisme tentang Tuhan. Tetapi kualitas Dia adalah pencipta segala sesuatu:

Dia yang menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu, (Q.S. az-Zumar/39 : 62).

Kegiatan penciptaan terkadang mencipta dari ketiadaan menjadi ada sesuatu dengan kualitas mengadakan sesuatu tanpa alat, bahan, waktu, dan ruang (al-Asfahani, l992 : 111), creatio ex nihillo. Contoh pemakainnya dalam Alquran adalah:

 Dia yang menciptakan langit-langit dan bumi . . . – ( Q.S. al-Baqarah/2 : 117),

atau mencipta sesuatu dari sesuatu yang sudah ada (al-Asfahani, l992 : 292), transforming matter. Contohnya adalah pernyataan Alquran:
Dia mencipta kamu dari diri yang satu, (Q.S. an-Nisa/4 : 1).
Dia mencipta mencipta manusia dari air mani, (Q.S. an-Nahl/16 : 4).
Akan tetapi dalam kualitas seperti itu, Dia memperkenalkan diri dalam banyak atribut, antara lain:
Sebagai al-Khaliq dan al-Mus}awwir . Dalam hal ini Allah berfirman:
Dia adalah Allah yang Maha Mencipta yang Mengadakan, yang Membentuk rupa, yang Mempunyai nama-nama yang baik, ( Q.S. al-H}asyr/59 : 4).
Salah satu tajalli (refleksi) al-Mus}awwir adalah membentuk rupa manusia. Dalam hal ini Allah berfirman:
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya, (Q.S. ath-Thin/95 : 4).

Arti s}awwara dan ensiklopedis adalah ja’ala lahu s}u>ratan mujassimatan (menjadikan sesuatu dalam bentuk yang fisikal). Manusia dibentuk secara matrial dalam kelas yang disebut manusia secara fisika;l, demikian pula aneka jenis mineral, tetumbuhan, binataang, maupun benda-benda angkasa. Semuanya dalam bentuknya yang khas, spesifik, dan tidak ada bentuk yang benar-benar kembar. Secara pragmatis dan logis masing-masing bentuk fisik yang serumpun disebut spisies.

Dalam penampakan ke-wujud-an terjadi tidak secara bim salabim, melainkan secara evolusional atau sekurang-kurang prosessual, betatapun pelaku s}awwara/mus}awwir (pemberi bentuk) itu adalah Tuhan. Arti  ini adalah intaqala min h}a>l ila al-ukhra (pindah dari suatu kualitas kepada yang lain, Anis,I, 531). Contoh pemakaian makna ini adalah

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu(Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, lalu Kami katakan kepada para malaikat:”Bersujudlah kamu kapada Adam. . .” ( Q.S. al-A’raf/7 : 11).

Jika konsep s}awwara diterapkan ke dalam dunia aliran seni, tidak penciptaan dan pembentukan oleh Tuhan adalah berpola non naturalisme, meskipun hasil jadi ciptaan dan bentukan Tuhan yang mewujud dalam bentuk alam semesta dengan segala isinya oleh manusia disebut natural. Tindak Tuhan mencipta dan membentuk disebut non naturalisme karena memang tidak mencontoh barang yang telah ada.

2).   Dia Sebagai Yang Indah

Secara tekstual Nabi saw mengatakan:

Sesungguhnya Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung adalah Indah dan Dia menyukai keindahan,(H.R. Ahmad dari ‘Uqbah bin Amir). 

Ia (Ahmad) meriwayatkan hadis ini tiga kali dan Muslim satu kali. Itulah sebabnya indah dalam pandangan Islam berlaku manakala sebuah karya seni dapat membawa kesadaran pencipta seni maupun penaggapnya kepada idea transendensi ilahiah.Kalau Nabi saw mengatakan demikian, maka diyakini kebenarannya oleh umat Islam. Dalam sejarah Islam, para sufi dan sastrawan menghayati dan mencintai Tuhan dalam taraf cinta asketik dan mengungkapkannya Tuhan sebagai Yang Maha Indah.

Jauh hari sebelum Muhammad saw lahir, Plato telah mengatakan Tuhan sebagai Keindahan Yang Abadi atau Keindahan Mutlak, good absolut (Syarif, 100; Runes, 1976 : 97), Keindahan Yang Tertingi, Summum Bonum (Syarif, l984 : 91). Dalam semua wewujudan Tuhan menampakkan Diri. Demian Syarif menulis:

Tuhan sebagai Keindahan Abadi, Yang Ada tanpa tergantung pada dan mendahului segala sesuatu, dan karena itu menampakkan diri dalam semuanya itu. Dia menyatakan Dirinya di langit dan di bumi, di matahari dan di bulan, pada kerlip bintang-bintang,  dan jatuhnya embun, di tanah dan di laut, di api dan nyalanya, di batu-batu dan pepohonan, pada burung-burung dan binatang buas, di wewangian dan nyanyian; tetapi di mana pun Ia menunjukkan Diri, tidak lebih dari pada yang nampak di mata Salimah, bahkan sebagai Dante; di mana pun, Dia menampakkan Diri, Dia tidak lebih dari pada yang tampak pada Beatrice. Seperti halnya besi ditarik oleh magnet, demikian pula segala sesuatu ditarik oleh Tuhan.

Dalam kutipan tersebut tampak jelas  pengertiannya bahwa segala ciptaan Allah indah karena keluar dari Yang maha Indah. Semua ciptaan dan bentukan Allah adalah Master Piece  (karya agung) sehingga Ia tidak malu-malu membuat nyamuk atau yang lebih rendah dari itu (Q.S. al-Baqarah/2 : 26) sebagai hasil karya yang lebih bermanfaat dibanding berhala/patung sebagai sesembahan yang tidak mampu memberi perlindungan apa pun laksana sarang laba-laba (Depag, l971 : 13).
Hanya saja dalam bahasa dan akal diskursif manusia, sesuatu atau segala sesuatu dalam kajian seni dibagi secara dikhotomis menjadi indah dan jelek, baik dan buruk, dst, orang akan mengatakan :

“Seorang wanita berkulit putih bersih, hidungnya mancung, bermata biru, rambutnya pirang, atau hitam berkilau, tinggi/langsing akan dikatakan cantik atau indah; sementara yang berkulit hitam, hidungnya pesek, bibirnya tebal, rambutnya keriting, tubuhnya besar dan pendek, dan perutnya buncit tentu akan dikatakan jelek.”

Padahal, orang ini juga termasuk Master Piece (karya agung) Tuhan. Itulah sebabnya dalam aspek moral Nabi Muhammad saw  mengatakan demikian:

Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh dan paras rupamu, tetapi     melihat hatimu, (H.R. Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah).

3).   Manusia Sebagai Wakil Tuhan

Tuhan menyatakan bahwa makhluk yang bernama manusia dilantik oleh Tuhan menjadi khalifah fi al-ard}, wakil-Nya di bumi ini (Q.S al-Baqarah/2 : 30-38). Di bumi ini, manusia merupakan puncak evolusi dari semua makhluk hidup, baik dari segi fisik, intelektual, maupun spiritual.Sebagai khalifah di bumi, manusia diberi tugas oleh Allah swt untuk memakmurkan bumi:

Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu  pemakmurnya (Q.S. Hud/11 : 61)
 
Dalam arti manusia diberi kuasa penuh oleh Allah terhadap bumi ini supaya menjadi makmur.Supaya bisa melaksanakan tugasnya, manusia diberi akal. Dengan akal manusia bisa mengembangkan diri jauh melampaui binatang. Selain itu manusia diberi kebebasan, tetapi dimintai pertanggung jawaban atas kebebasannya (Q.S. al-Kahfi/18 : 29). Kenyataannya, tidak semua manusia mampu memerankan diri sebagai wakil Tuhan. Mereka malah merusak (Q.S. al-Maidah/5 : 32) atau turun derajatnya bagaikan binatang ternak atau lebih rendah dari itu (Q.S. al-F\urqan/25 : 44), yaitu serendah-rendahnya barang rendah (Q.S. ath-Thin/95 : 5).
Hal ini terjadi karena manusia tidak bisa menjadi wakil Tuhan yang baik. Untuk menjadi khalifah yang baik, manusia harus menjadi insan kamil (the perfect man). Salah satu kualitas insan kamil adalah kerja kreatif dan orisinal.

“jangan hinakan pribadimu dengan tiruan/jagalah padanya laksana pribadimu intan tak ternilai/setiap orangyang tak kuasa mencipta/ia orang yang beriman dan zindiq (Iqbal, l979 : 5-6). 

Dalam bahasa yang amat meledak-ledak, Iqbal membayangkan bahwa Insan kamil adalah manusia yang dilengkapi Tuhan dengan berbagai daya tangkap: serapan indra, rasio, dan intuisi dalam kadar yang amat tinggi (Bahrum, l976 : 181). Teman kerja Tuhan di bumi.”Be man of God/bear mysteries within/”(Jadilah manusia Tuhan/kandunglah rahasia dalammu; Iqbal, l976 : 58). Iradah atau kehendak manusia utama adalah se-iradah Tuhan: In his will that which God wills becomes lost (Dalam kemauannya/iradah Tuhan hilang di dalamnya; Iqbal, 1976 : 69).

Kalau kualitas Tuhan adalah mencipta, maka demikian pula kualitas Insan kamil, dan predikat Insan kamil oleh siapa saja asal ia melalui jalan yang benar untuk itu, termasuk oleh para seniman. Seniman yang sejati adalah mencipta karya seni yang bebas dari belenggu alam (Iqbal, Kalim, 115) dan karyanya bukan seni demi seni, melainkan seni  yang fungsionalisKalau tujuan Islam turun di muka bumi ini sebagai rahmat dan berkah bagi alam semesta:

Dan tidak Aku utus engkau (Muhammad), kecuali untuk rahmat bagi alam semesta (Q.S. al-Anbiya/22 : 107)

maka seni, sebagai bagian  integral dari Islam., harus juga sinergi dengan tujuan risalah ini. Itulah yang dimaksud seni dalam pandangan Islam adalah seni yang fungsionalis. Dalam hal ini Allah berfirman:

Katakanlah :Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkannya untuk hamba-hamba-Nya (siapa pula yang mengharamkan) rezeki yang baik ? “katakanlah semua itu bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiyamat; Q.S. al-A’raf/7 : 32).

Yang dimaksud perhiasan adalah segala sesuatu yang mendatangkan keindahan. Perhiasan dengan demikian adalah karya seni, dan seni sebagaimana diisyaratkan dalam ayat itu adalah fungsionalisme, bukan hanya bagi atribut kehidupan orang beriman di dunia, melainkan hingga ke akhirat kelak.

Akar dari paham fungsionalisme  adalah Plato. Menurutnya seni harus mengandung tujuan etis dan instruksional. Daya magis seni harus digunakan untuk menghasilkan warga yang baik (Syarif, 1984 : 126). Di Barat, fungsionalisme seni didukung oleh antara lain: Ruskin, Guyau, Tolstoy, Ibsen, dan Shaw. Mereka menghendaki fungsi seni sebagai perubahan. Dalam Islam, Iqbal adalah pendukung fungsionalisme yang amat berat. Seni, katamya, adalah sarana ayang berharga bagi prestasi kehidupan ( Iqbal, Asrar: 42). Menurutnya, menentang apa yang ada dilandasi keinginan untuk mencipta apa yang seharusnya adalah sikap hidup yang baik ( Syarif, 1984 : 130), dan teman sekerja Tuhan adalah seniman yang menjadi rahmat bagi kemanusiaan (Syarif, l984 : 1209). Jadi, seniman sejati dalam pandangan Islam adalah seniman yang berkarya dengan dilandasi kesadaran bertuhan; tangannya digerakkan oleh Tuhan karena pribadinya telah menyatu dengan Tuhan dan hasil karyanya, tidak hanya menyenangkan karena ini hanya efek karya seni, melainkan untuk rahmat bagi kemanusiaan. Seniman yang egois dan tidak peka terhadap persoalan kemanusiaan adalah menyalahi kodrat dirinya sebagai wakil Tuhan di muka bumi ini, yaitu memakmurkannya.

Sumber Terkait :
http://danusiri.dosen.unimus.ac.id/materi-kuliah/fbba/pandangan-islam-tentang-seni/
Banyak sekali designer grafis mengeluh mengenai penghasilan yang murah , sebenarnya memang design grafis itu memang murah , mengapa dan apa sebab saya saya bilang memang murah ?

Skill serta pengetahuan

Mungkin seseorang sekolah atau mengikutin pendidikan mengenai designer grafis yang begitu mahal namun tetap saja di hargai murah atas karyanya, kebanyakan seseorang sudah merasa puas atas apa yang diketahuinya , karena  sudah bisa mengelola sebuah program grafis maka sudah dianggap mampu untuk bersaing di dunia kerja. Sebenar itu salah  designer grafis tidak memerlukan sebuah program atau software komputer untuk membuat sebuah konsep grafis, karena orang tidak sekolah saja bisa mengelola sebuah software grafis dengan cara banyak membaca tutorial yang telah bertebar didunia internet. Sebenarnya hal yang designer grafis butuhkan itu hanyalah sebuah pengalaman serta selalu berpikir luas dan up to date dengan perkebangan grafis pada saat ini.

Mengambil Source vector di internet

Salah satu ini adalah alas an mengapa designer itu murah karena selalu mengambil cara cepat agar dapat memuaskan clientnya dan apaboleh buat permintaan pasar selalu mengambil konsep siapa cepat dia dapat.yups hal ini membuat designer grafis tidak begitu berkembang dan akan selalu jalan di tempat.

Designer Grafis itu Hanya Dasar

Design Grafis itu hanya dasar dalam sebuah pengetahuan dan keahlian apabila dikembangin akan mendapatkan cabang keahlian yang lain contohnya illustrator , Komikus , Desinger Layout Pro , Animator ,Editor Video ,Design Template Website dll. Kok Bisa ? Karena Design Grafis itu hanya mengajarkan bagaimana cara untuk menyusun sesuatu menjadi rapi dan enak untuk dilihat oleh client maka karena itu designer grafis cobalah untuk berkembang .

Mari kita coba berkembang jangan pernah untuk jalan di tempat karena hidup ini tetap berlanjut dan terus berubah kedepannya karena designer grafis itu bagaikan tersesat dalam sebuah goa yang gelap tidak tahun arah jalur mana yang akan di hadapin kedepannya. Terima kasih .nndwn

Wednesday, July 6, 2016

Banyak sekali designer grafis mengeluh mengenai penghasilan yang murah , sebenarnya memang design grafis itu memang murah , mengapa dan apa sebab saya saya bilang memang murah ?

Skill serta pengetahuan

Mungkin seseorang sekolah atau mengikutin pendidikan mengenai designer grafis yang begitu mahal namun tetap saja di hargai murah atas karyanya, kebanyakan seseorang sudah merasa puas atas apa yang diketahuinya , karena  sudah bisa mengelola sebuah program grafis maka sudah dianggap mampu untuk bersaing di dunia kerja. Sebenar itu salah  designer grafis tidak memerlukan sebuah program atau software komputer untuk membuat sebuah konsep grafis, karena orang tidak sekolah saja bisa mengelola sebuah software grafis dengan cara banyak membaca tutorial yang telah bertebar didunia internet. Sebenarnya hal yang designer grafis butuhkan itu hanyalah sebuah pengalaman serta selalu berpikir luas dan up to date dengan perkebangan grafis pada saat ini.

Mengambil Source vector di internet

Salah satu ini adalah alas an mengapa designer itu murah karena selalu mengambil cara cepat agar dapat memuaskan clientnya dan apaboleh buat permintaan pasar selalu mengambil konsep siapa cepat dia dapat.yups hal ini membuat designer grafis tidak begitu berkembang dan akan selalu jalan di tempat.

Designer Grafis itu Hanya Dasar

Design Grafis itu hanya dasar dalam sebuah pengetahuan dan keahlian apabila dikembangin akan mendapatkan cabang keahlian yang lain contohnya illustrator , Komikus , Desinger Layout Pro , Animator ,Editor Video ,Design Template Website dll. Kok Bisa ? Karena Design Grafis itu hanya mengajarkan bagaimana cara untuk menyusun sesuatu menjadi rapi dan enak untuk dilihat oleh client maka karena itu designer grafis cobalah untuk berkembang .

Mari kita coba berkembang jangan pernah untuk jalan di tempat karena hidup ini tetap berlanjut dan terus berubah kedepannya karena designer grafis itu bagaikan tersesat dalam sebuah goa yang gelap tidak tahun arah jalur mana yang akan di hadapin kedepannya. Terima kasih .nndwn

Wednesday, November 4, 2015

Sejarah Perkembangan typografi Bagian 3
Ada baiknya membaca artikel sebelumnya mengenai sejarah  perkembangan typografi bagian 1 dan bagian 2  agar lebih memahami dan mengerti sebuah proses pembentukan typografi , dan kali ini penulis akan melanjutkan kembali pembahasan yang sebelumnya.
Karena pembahasan perkembangan typografi sangat panjang maka penulis akan membuat deretan waktu yang berupa tahun dan juga penjelasan singkatnya.

Tahun 1765

Pada tahun itu Pengunaan Huruf bukan menjadi media bacaan saja  huruf menjadi sebuah media informasi visual yang di bentuk sedemikian rupa agar tampak lebih menarik. Hal itu terjadi di karenakan dimulai sebuah era revolusi industry.

revolusi industry

Tahun 1784

Firmin Didot di Prancis meciptakan typeface dengan kontras ekstrim sangat tipis dan angle of stress vertikal, tidak lama setelah itu  Gianbasttista Bodoni medesain typeface dengan gaya cederung sama huruf ini bisa dikenalin hingga sekarang dengan  font bodoni family.

bodoni

Tahun 1796

Penemuan teknik cetak Lithography oleh aloys scenefelder yang makin membuka keleluasaan bagi desainer untuk memproduksi gambar dan teks sekaligus.


lithography

Tahun 1810

Pada tahun ini munculnya typeface khusus display yang biasanya dingunakan untuk media iklan pada papan reklame yang dibuat secara manual mengunakan lukisan tangan ( lettering).

Tahun 1816

Pada tahun itu di diperkenalkan huruf sans serif  oleh sebuah perusaan huruf  Caslon foundry sebagai variasi dari typeface display , sans serif saat ini sering disebut juga dengan nama font Doric,Grotesque,Gothic,Sans Surryph.

Grotesque

Tahun 1829

Penemuan mesin ketik ditemukan oleh William Autin di Amerika dan juga untuk pertama kalinya tulisan monospanced ada, sejak penemuan mesin ini kebutuhan menulis sebuah huruf pun menjadi mudah.

Tahun 1838

Selang bebeberapa tahun Mesin Ketik semakin berkembang , Davide Bruce jr. menemukan mesin type-casting mesin itu mampu menyusun teks 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. Dalam perkembanganya ada dua mesin yang merajai  pasaran sama sekitar tahun 1950, yaitu Linotype ditemukan oleh seorang mekanik jerman Ottmar Mergenthaler Penemu Monotype adalah seorang amerika Tolbert Lanston.

Tahun 1875

Pada tahun itu tulisan mulai di pengaruhin oleh gaya desain yang lagi tren semasa itu yaitu Arts & Crafts movement yang diawalin oleh William morris  inggris. Gerakan ini sebagai perlawanan terhadap sebuah arus Industrialilasi pada masa itu yang menganggungkan-agungkan mekanisasi /buatan mesin. Konsep Morris menekankan pada keterampilan individu dan kualitas seni yang tinggi dalam berbagai bidang keahlin dan kerajinan termasuk tipografi.

Tahun 1883

Gaya baru dalam design muncul dengan denama gerakan gaya Art Nouveau yang melanjutkan Arts & Crafts Movement , dengan konesp yang hapir sama . bentuk gambar dan tipografi sangat organic dengan komposisi asimetris.

Art Nouveau


Nah berikut itu adalah penjelasan seingkat mengenai sejarah perkembangan typografi sebenarnya masih ada lanjutanya pada Sejarah Perkembangan Typografi bagian 4 yang dimana banyak gerakan gaya desain yang bermunculan sehingga pengembangan typografi ikut turut sejalan dalam pengembangan tersebut.

Sejarah Perkembangan typografi Bagian 1
Sejarah Perkembangan typografi Bagian 2
Sejarah Perkembangan typografi Bagian 3

Sumber :
Rustan , Surianto  , Huruf font typogrfi, Jakarta, Indonesia : 2014

Wikipedia.org


Monday, November 2, 2015

Sejarah Perkembangan Typografi Bagian 2
Berikut ini adalah artikel kelanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul yang sama sejarah perkembangan typografi bagian 1 , ada baiknya kamu membaca artikel sebelumnya agar lebih memahami urutan proses perkembangan  typografi.

Pada penjelasan sebelumnya tulisan sudah ditemukan  berupa huruf kecil (lowercase) dan huruf besar (uppercase)  dan pada abad 500-700 , pengunaan huruf besar dan kecil dijadikan satu dalam sebuah teks , penulisan teks tersebut mengunakan tulisan Celtic Half Uncial sebagai huruf kecilnya dan huruf latin traditional sebagai huruf besarnya , bentuk huruf itu dikenal dengan nama Carolingian.

Pada tahun 1200-an di Eropa adalah awal penemuan penulisan Bold atau Black (Penulisan Tebal ) yang dikenal dengan sebutan Black letter  hal ini di karenakan untuk menghemat media tulis parchment / perkamen. Bentuk  hurufnya sempit , tinggi-tinggi , berkesan berat,kaku,bersegi-segi. Makin sempit bentuk huruf,makin ekonomis, sehingga satu halaman kitab bisa memuat lebih banyak naskah.

Penulisan semakin berkembang sehingga di italia dan eropa bagian selatan pada abad 14 muncul tulisan White letter yang bentuknya bertolak belakang dengan black letter , berkesan ringan , lebih bulat-bulat dan ornamennya sedikit yang bisa jadi penemuan awal bentuk tulisan Regular.

Sejalan dimulainya era Renaissance pada abad 14 dan 15, sistem percetakan moveable type yang dikembangkan oleh Johann Guntenbergh sekitar tahun  1450-an di jerman. sejak zaman itulah pengembangan  bentuk tulisan mulai dikembangkan ,Bentuk huruf semakin bervariasi sejak Nicolas Jenson pada 1470 menciptakan Typeface berdasarkan bentuk tulisan White letter jenis huruf ini kini disebut humanist karena desainnya sangat natural, menyerupai tulisan tangan manusia. Lalu pada tahun 1500-an muncul gaya Old style yang menjadi standart di Eropa dan disekitarnya, Desainer yang mempopulerkannya adalah Geofroy Tory dan Cloude Garamond.Garamond mendesain typeface lalu menjualnya pada pihak penjual huruf seluruh Eropa sehingga menjadi Typeface Faundry Independen pertama di dunia. Pada sekitar tahun yang sama ada awal penemuan penulisan bentuk italic pertama  yang di buat oleh Franscesco Griffo  yang di tugaskan oleh Aldus Manutius , seorang  pencetak dan penerbit untuk mencari alternative penganti style roman yang di anggap telalu boros tempat. Italic pertama ini adalah sebuah typeface  tersendiri yang didasarkan dari bentuk tulisan tangan , bukan varian jenis huruf roman yang ada.

Pada tahun 1720 di Inggris Wiliam Caslon membuka typeface faundry yaitu adalah sebuah jasa pembuatan sebuah huruf . pada masa kejayaan inggris di masa itu membuat desain-desain hurufnya menjadi sebuah standart di seluruh dunia.Tahun 1757 John Barkerville mengembangkan desain typeface yang bergaya traditional.

Pada artikel berikutnya penulis akan mejelaskan mengenai sejarah perkembangan typografi bagian 3 , pada masa itu adalah masa dimana sebuah huruf dijadikan sebuah desain visual. sebelum itu  berikut ini adalah Gambaran urutan yang disesuaikan dengan penjelasan atas.nndwn


Sumber :
Rustan , Surianto  , Huruf font typogrfi, Jakarta, Indonesia : 2014
Wikipedia.org

Sunday, November 1, 2015

Sejarah Perkembangan Typografi
Sebuah typografi berhubungan sama dengan sebuah komunikasi yang berupa huruf ,hal ini sudah di lakukan oleh manusia  sejak dari 25.000 tahun S.M pada sebuah dinding dalam sebuah gua yang berupa pictogram berupa gambaran hewan atau object  tumbuhan dan benda lainnya.  Hingga 3200  tahun S.M  di temukan sebuah sistem tulisan pertama yang dibuat oleh orang-orang sumeria yang dinamakan tulisan cuneiform lalu di tempat berbeda orang-orang mesir mengembangkan hieroglyph sekitar tahun 3000 S.M yang berbentuk pictogram dan semakin lama berkembang dari ideogram (symbol) menjadi phonogram (bunyi).lalu di tempat yang berbeda sekitar tahun 1800 S.M muncul sebuah aksara cina yang berupa ideogram yang di buat pada media tulang atau di tulis pada sebuah benda.

Sistem tulisan semakin berkembang namun perkembangan sebuah tulisan tidak berkembang dengan sendirinya hal ini di pengaruhin tempat dan lokasi tertentu pada sebuah wilayah sehingga  bentuk tulisan selalu tampak berbeda dan banyak karakternya hingga bisa menjadi ribuan karakter tulisan,namun pencetus karakter tulisan  dibuat oleh orang-orang Phoenicia menyederhanakan dan membakukan alphabet dengan hanya mengunakan 22 karakter  dan menyebar luas di sekitar laut mediterania pada tahun 1500 S.M. lalu bangsa yunani kurang lebih tahun 800 S.M mulai mengadopsi alphabet Phoenician lalu dikembangkan  memiliki 5 konsonannya diubah menjadi huruf hidup yaitu alpha , epsilon,iota,omicron,dan upsilon ( yang disederhanakan  sampai sekarang menjadi A,I,U,E,O).

Hingga bangsa romawi menguasai yunani pada tahun 165 S.M , dan bentuk tulisan semakin berkembang. Hingga muncul huruf baru yunani, yaitu huruf  uncial pada sekitar tahun 300. Uncial lebih mudah dan lebih cepat di tulis, karena strokenya lebih sedikit dan bentuknya lebih membulat di bandingkan dengan huruf  yunani awal.

Tulisan menjadi sebuah kebutuhan sehingga sekitar abad 5 di eropa mulai di buat kitab-kitab suci yang di tulis dengan tangan, digambar dan dihias dengan indah. Dan pada akhir abad 6 half uncial mulai popular khususnya di irlandia. Half uncial lebih ekonomis karena huruf-hurufnya lebih kecil dan lebih legible karena jarak antar katanya diatur rapi. Jenis tulisan ini dipercayakan menjadi awal mula lowercase atau huruf kecil dan ascender dan descender-nya.

Perkembangan sebuah tulisan membutuhkan sebuah proses  sangat lama dan hingga  menjadi bentuknya seperti sekarang dan sangat panjang untuk di diterangkan maka karena penulis mengurutkan menjadi 3 bagian . Dan  pada halaman berikutnya penulis akan menjelaskan kembali  sejarah perkembangan typografi bagian 2 yang dimana tulisan latin sudah menjadi populer dan dingunakan seluruh dunia. Nndwn

dan berikut ini adalah gambaran urutan  sesuai penjelasan diatas


Sejarah Perkembangan Typografi-notepedia